Concor

Concor

bisoprolol

Produsen:

PT. Merck Tbk
Bahasa Concise Prescribing Info
Komposisi
Bisoprolol fumarate.
Indikasi/Kegunaan
Sebagai terapi tambahan thd terapi ACE inhibitor, & diuretik & glikosida jantung opsional untuk pengobatan gagal jantung kronik stabil dg penurunan fungsi ventrikel kiri sistolik. 5 mg & 10 mg: Hipertensi & PJK (angina pektoris).
Dosis/Cara Penggunaan
Dosis disesuaikan dg kondisi individu. Hipertensi atau angina pektoris Dws 5 mg 1 x/hr. Dapat ditingkatkan menjadi 10 mg 1 x/hr. Dosis maksimal yang dianjurkan: 20 mg 1 x/hr. Ggn ginjal berat (CrCl <20 mL/mnt) & ggn fungsi hati berat Tidak >10 mg. Gagal jantung kronik stabil 1,25 mg 1 x/hr selama 1 minggu; jika dpt ditoleransi dg baik, tingkatkan menjadi 2,5 mg 1 x/hr selama seminggu berikutnya; jika dapat ditoleransi dengan baik, tingkatkan menjadi 3,75 mg 1 x/hr selama seminggu berikutnya; jika dapat ditoleransi dengan baik, tingkatkan menjadi 5 mg 1 x/hr selama 4 minggu berikutnya; jika dapat ditoleransi dengan baik, tingkatkan menjadi 7,5 mg 1 x/hr selama 4 minggu berikutnya; jika ditoleransi dengan baik meningkat menjadi 10 mg 1 x/hr untuk terapi rumat. Dosis anjuran maksimal: 10 mg 1 x/hr.
Pemberian
Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan : Konsumsi pd pagi hari. Telan utuh dg sedikit cairan, jangan dikunyah.
Kontraindikasi
Hipersensitivitas. Gagal jantung akut atau selama episode dekompensasi gagal jantung yg memerlukan terapi inotropik IV, syok kardiogenik, blok AV derajat 2 atau 3, sindrom sick sinus, blok SA, bradikardi simtomatik, hipotensi simtomatik, asma bronkial berat atau penyakit oklusi arteri perifer berat atau sindrom Raynaud, feokromositoma yang tidak diobati, asidosis metabolik.
Perhatian Khusus
Penghentian terapi tidak boleh dilakukan secara tiba-tiba. Pemantauan rutin selama terapi dimulai & pd saat penghentian pengobatan. Pasien dg hipertensi atau angina pektoris & gagal jantung yg menyertai. IDDM (tipe 1), kardiomiopati restriktif, penyakit jantung kongenital, penyakit katup organik yg signifikan secara hemodinamik, infark miokard dalam 3 bln; bronkospasme (asma bronkial, penyakit saluran napas obstruktif), DM dg fluktuasi besar dalam kadar glukosa darah; dpt menutupi gejala hipoglikemia; puasa ketat; terapi desensitisasi yg sedang berlangsung. Dpt meningkatkan sensitivitas terhadap alergen dan keparahan reaksi anafilaksis. Blok AV derajat 1. Angina Prinzmetal. Penyakit oklusi arteri perifer. Anestesi umum. Pasien dg atau ada riwayat psoriasis. Feokromositoma. Dpt menutupi gejala tireotoksikosis. Dpt mengganggu kemampuan mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin. Ggn ginjal atau hati berat. Tdk untuk digunakan selama kehamilan kecuali jelas diperlukan. Tdk dianjurkan selama masa menyusui. Anak.
Efek Samping
Bradikardi (pd pasien dg gagal jantung kronik). Memburuknya gagal jantung, astenia (pd pasien dg gagal jantung kronik); pusing, sakit kepala; Keluhan GI misalnya mual, muntah, diare, konstipasi; perasaan dingin atau mati rasa pada ekstremitas, hipotensi; kelelahan.
Interaksi Obat
Efek pada waktu konduksi AV dapat ditingkatkan & efek inotropik meningkat dengan obat antiaritmia kelas-I (misalnya, quinidine, disopyramide; lidokain, fenitoin; flecainide, propafenone). Pemberian verapamil IV pada pasien yang menggunakan golongan penyekat beta dapat menyebabkan hipotensi berat & blok AV. Dapat meningkatkan risiko rebound hipertension jika digunakan secara tiba-tiba dengan penghentian obat penurun tekanan darah sentral (misalnya, clonidine, methyldopa, moxonodine, rilmenidine) terutama jika sebelum penghentian -blocker. Peningkatan risiko hipotensi, & perburukan lebih lanjut fungsi pompa ventrikel pada pasien dengan gagal jantung dengan penggunaan bersama antagonis Ca dari jenis dihidropiridin (misalnya, nifedipin, felodipin, amlodipin). Efek pada waktu konduksi AV dapat ditingkatkan dengan obat antiaritmia kelas III (misalnya, amiodaron). penyekat beta topikal (misalnya, tetes mata untuk pengobatan glaukoma) dapat menambah efek sistemik Concor. Penggunaan bersama obat parasimpatomimetik dapat meningkatkan waktu konduksi AV & risiko bradikardia. Intensifikasi efek penurunan gula darah pd pemberian bersama dg insulin & obat antidiabetik oral. Atenuasi refleks takikardi & peningkatan risiko hipotensi pd pemberian bersama dengan obat anestesi. Penurunan denyut jantung, peningkatan waktu konduksi AV dengan glikosida digitalis. OAINS dapat mengurangi efek hipotensi bisoprolol. Dapat mengurangi efek bisoprolol & simpatomimetik beta (mis., isoprenalin, dobutamin). Kombinasi dengan noradrenalin, adrenalin dapat membuka kedok efek vasokonstriktor yang dimediasi adrenoseptor alfa. Peningkatan risiko hipotensi pd pemberian dg obat antihipertensi serta obat lain dg potensi penurunan tekanan darah (misalnya, antidepresan trisiklik, barbiturat, fenotiazin). Peningkatan risiko bradikardi pd pemberian bersama dg meflokuin. Peningkatan efek hipotensi dari golongan penyekat beta tetapi juga risiko krisis hipertensi pd pemberian bersama dg MAOI (kecuali inhibitor MAO-B).
Klasifikasi MIMS
Penyekat Beta
Klasifikasi Kimiawi Terapeutik Anatomis
C07AB07 - bisoprolol ; Belongs to the class of selective beta-blocking agents. Used in the treatment of cardiovascular diseases.
Bentuk Sediaan/Kemasan
Form
Concor FC tab 1.25 mg
Packing/Price
5 × 10's (Rp180,590/boks)
Form
Concor FC tab 10 mg
Packing/Price
3 × 10's (Rp335,948/boks)
Form
Concor FC tab 2.5 mg
Packing/Price
10 × 10's (Rp656,495/boks)
Form
Concor FC tab 5 mg
Packing/Price
10 × 10's (Rp950,648/boks)
Register or sign in to continue
Asia's one-stop resource for medical news, clinical reference and education
Already a member? Sign in
Register or sign in to continue
Asia's one-stop resource for medical news, clinical reference and education
Already a member? Sign in