Dilantin

Dilantin

phenytoin

Produsen:

Pfizer
Bahasa Concise Prescribing Info
Komposisi
Phenytoin Na.
Indikasi/Kegunaan
Mengendalikan kejang grand mal, pencegahan & pengobatan kejang yg tjd selama atau ssdh bedah saraf &/atau cedera kepala yg parah, migren, neuralgia trigeminal, psikosis tertentu, aritmia jantung, intoksikasi digitalis, pasca terapi infark miokard.
Dosis/Cara Penggunaan
Oral Dws Awal 100 mg 3 x/hr. Dosis pemeliharaan : 300-400 mg 3x/hr. Anak 5 mg/kgBB/hr terbagi dlm 2-3 dosis. Maks: 300 mg/hr. Inj Maks: 50 mg/mnt IV. Status epileptikus 10-15 mg/kg BB secara IV lambat (sekitar 20 mnt pd pasien dg BB 70 kg), dilanjutkan dg dosis pemeliharaan 100 mg per oral atau IV tiap 6-8 jam. Bedah saraf 100-200 mg IM tiap 4 jam & pasca op. Aritmia jantung 3.5-5 mg/kg BB, bila perlu, ulangi pemberian dosis. Dosis harian total: 700-1000 mg.
Pemberian
Sebaiknya diberikan bersama makanan : Pd pasien yg mendapat makanan via pipa nasogastrik atau makanan enteral lainnya, jangan diberikan makanan dlm waktu 2 jam sblm atau ssdh pemberian dosis obat. Pemberian obat hrs konsisten dlm hubungannya dg waktu makan selama terapi. Kaps ditelan utuh, jangan dibuka/dikunyah/dihancurkan. Jangan mengubah dosis atau merek obat tanpa pertimbangan terlebih dahulu.
Kontraindikasi
Hipersensitifitas fenitoin atau bahan tidak aktif atau zat hydantoin lainnya. Sinus bradikardi, sino-atrial blok, AV blok tingkat 2 & 3, sindrom Adam-Stokes. Kehamilan (terutama pada trimester pertama)
Perhatian Khusus
Insufisiensi miokardia berat, ggn fungsi hati, porfiria dan hipotensi. Hindari penghentian terapi scr mendadak. Hentikan pemberian jika pasien didiagnosis mengalami sindrom hipersensitivitas antikonvulsan. Efek muskuloskeletal. Dapat menurunkan kemampuan menyetir atau mengoperasikan mesin. Laktasi.
Efek Samping
Hipotensi, nystagmus, ataksia,  bicara tdk jelas, menurunnya koordinasi, kekacauan mental, mual, muntah, konstipasi, & ruam morbiliformis; pusing, vertigo, insomnia, kepanikan, sakit kepala, paresthesia, somnolence. Kulit wajah kering, pembesaran pada bibir, hiperplasia gingival, hipertrikosis & penyakit Peyronie. Trombositopenia, leukopenia, granulositopenia, agranulositosis dan pancytopenia dengan atau tidak dengan suppresi sumsum. Makrositosis & anemia megaloblastik
, hiperplasia limfa, pseudolimfoma, limfoma & penyakit Hodgkin.
Interaksi Obat
Meningkatkan kadar serum fenitoin dengan alkohol (akut), azapropazone, phenylbutazone, salicylates, halothane, chloramphenicol, erythromycin, isoniazid, sulfadiazine, sulfamethizole, sulfamethocazole-trimethoprim, sulfaphenazole, sulfisoxazole, sulfonamides, felbamate, oxacarbazepine, Na valproate, succinimides, topiramate, amphotericin B, fluconazole, itraconazole-ketoconazole, miconazole, voriconazole, fluorouracil, capecitabine, chlordiazepoxide, diazepam, disulfiram, methylphenidate, trazodone, viloxazine, amiodarone, dicumarol, diltiazem, nifedipine, ticlodipine, cimetidine, fluvastatin, estrogens, tacrolimus, tolbutamide, omeprazole, fluoxetine, fluvoxamine, sertraline. Menurunkan kadar serum fenitoin dengan alkohol (kronis), rifampin, ciprofloxacin, vigabatrin, bleomycin, carboplatin, cisplatin, doxorubicin, methotrexate, fosamprenavir, nelfinavir, ritonavir, theophylline, reserpine, folic acid, diazoxide, St. John's wort. Molidone HCl mengandung ion Ca yang mengganggu absorpsi fenitoin. . Dapat meningkatkan maupun menurunkan kadar serum fenitoin dengan ciprofloxacin, carbamazepine, phenobarb, Na valproate, valproic acid, teniposide, chlordiazepoxide, diazepam, phenothiazines. Fenitoin dapat mengubah kadar serum dan/ atau mempengaruhi efek dari doxycycline, rifampin, tetracycline, carbamazepine, lamotrigine, phenobarb, Na valproate, valproic acid, azoles, posaconazole, voriconazole, albendazole, praziquantel, teniposide, delavirdine, efavirenz, fosamprenavir, indinavir, lopinavir/ritonavir, nelfinavir, ritonavir, saquinavir, theophylline, digitoxin, digoxin, mexiletinecardipine, nimodipine. Nisoldipine, quinidine, verapamil, corticosteroids, warfarin, furosemide, atorvastatin, fluvastatin, simvastatin, estrogens, OCs, diazoxide, alcuronium, cisatracurium, pancuronium, rocuronium, vecuronium, methadone, chlorpropamide, glyburide, tolbutamide, clozapine, paroxetine, quetiapine, sertraline, vit D, TCA dapat menyebabkan kejang pada pasien yang rentan.
Klasifikasi MIMS
Klasifikasi Kimiawi Terapeutik Anatomis
N03AB02 - phenytoin ; Belongs to the class of hydantoin derivatives antiepileptics.
Bentuk Sediaan/Kemasan
Form
Dilantin inj 250 mg/5 mL
Packing/Price
(amp) 10 × 1's (Rp6,174,491/boks)
Form
Dilantin SR cap 100 mg
Packing/Price
100's (Rp720,451/botol)
Register or sign in to continue
Asia's one-stop resource for medical news, clinical reference and education
Sign up for free
Already a member? Sign in