Infanrix Hexa

Infanrix Hexa

Produsen:

GlaxoSmithKline Indonesia
Bahasa Concise Prescribing Info
Komposisi
Per 0.5 mL Adsorbed diptheria toxoid not <30 IU, adsorbed tetanus toxoid not <40 IU, adsorbed pertusis toxoid 25 mcg, adsorbed filamentous haemagglutinin 25 mcg, absorbed pertactin 8 mcg, adsorbed recombinant HBsAg protein 10 mcg, 40 D-antigen units of type 1 (Mahoney), 8 D-antigen units of type 2 (MEF-1) & 32 D-antigen units of type 3 (Saukett) of the poliomyelitis virus, adsorbed purified capsular polysaccharide of HiB (PRP) 10 mcg (conjugated to tetanus toxoid 20-40 mcg).
Indikasi/Kegunaan
Vaksinasi primer & booster utk bayi terhadap difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B, poliomielitis, & Haemophilus influenzae tipe B.
Dosis/Cara Penggunaan
Inj IM dalam Vaksinasi primer 3 dosis atau 2 dosis, dg interval pemberian antar dosis sekurang-kurangnya 1 bulan. Dosis booster dpt diberikan sekurang-kurangnya 6 bln ssdh pemberian dosis primer terakhir & dianjurkan utk diberikan antara 11 & 13 bln (2 dosis) & sblm 18 bln (3 dosis). Bayi prematur yg lahir setelah setidaknya 24 minggu kehamilan 3 dosis dg interval paling sedikit 1 bulan antara dosis utama. Dosis booster dapat diberikan setidaknya 6 bln setelah pemberian dosis utama terakhir & sebaiknya sebelum usia 18 bulan.
Kontraindikasi
Hipersensitivitas thd salah satu komponen vaksin. Hipersensitivitas ssdh pemberian vaksin DTP, hepatitis B, polio, atau Hib sebelumnya. Ensefalopati yg tdk diketahui penyebabnya, terjadi dlm waktu 7 hr ssdh vaksinasi sebelunya dg vaksin yg mengandung pertusis. Pemberian intravaskuler & intradermal.
Perhatian Khusus
Tunda pemberian vaksin ini pd individu yg mengalami sakit parah yg disertai demam. Suhu tubuh ≥40°C dlm wkt 48 jam; kolaps atau kondisi yg menyerupai syok (episode hipotonik-hiporesponsif); anak/bayi menangis terus menerus & tdk bisa didiamkan selama ≥3 jam; kejang dengan atau tanpa demam yg timbul dlm waktu 3 hr ssdh vaksinasi. Pd anak dg ggn neurologi progresif, misalnya spasme infantil, epilepsi yg tdk terkontrol, atau ensefalopati progresif. Trombositopenia atau ggn perdarahan. Hipersensitivias thd neomisin & polimiksin. Pasien yg sdg mendapat terapi imunosupresif atau pasien dg imunodefisiensi (penurunan sistem imun). Riwayat kejang demam. Bayi prematur (≤28 minggu). Sinkop (pingsan) dpt tjd. Hamil & laktasi.
Efek Samping
Kehilangan nafsu makan; iritabilitas (rewel), menangis yg tdk seperti biasanya, gelisah; gugup; muntah, diare; nyeri & kemerahan, pembengkakan lokal & indurasi pd tempat inj, demam.
Interaksi Obat
Respon adekuat mungkin tdk dpt dicapai pd pasien yg sedang mendapat imunosupresan.
Klasifikasi Kimiawi Terapeutik Anatomis
J07CA09 - diphtheria-haemophilus influenzae B-pertussis-poliomyelitis-tetanus-hepatitis B ; Belongs to the class of combined bacterial and viral vaccines.
Bentuk Sediaan/Kemasan
Form
Infanrix Hexa vaksin (inj)
Packing/Price
(pre-filled syringe + 1 dose vial) 0.5 mL x 2's
Register or sign in to continue
Asia's one-stop resource for medical news, clinical reference and education
Sign up for free
Already a member? Sign in