Kalsirox

Kalsirox

deferasirox

Produsen:

Kalbe Farma
Bahasa Concise Prescribing Info
Komposisi
Deferasirox
Indikasi/Kegunaan
Kelebihan zat besi kronis akibat transfusi darah (haemosiderosis transfusional) pada β-thalassemia, penyakit sel darah sabit & anemia langka lainnya pada pasien dewasa & pasien ≥6 tahun.
Dosis/Cara Penggunaan
Dosis awal: 20 mg / kg 1x/hr. Pasien yang menerima RBC > 14 mL / kg/ bln30 mg/kg dosis awal, <7 mL/kg/bln 10 mg/kg dosis awal. Pasien kondisi terkontrol dgn terapi deferoxamine ½ dari dosis deferoxamine. Penyesuaian dosis harus disesuaikan dengan respons masing-masing pasien & tujuan terapeutik. Maks: 30 mg / kg.
Pemberian
Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong: Take at least 30 min before meals preferably at the same time daily. Disperse tab completely by stirring in 100-200 mL of water/apple juice/orange juice until a fine susp is obtained; consume entire content. Rinse the glass w/ a little water/juice to resuspend any residue & drink remainder. Do not disperse tab in carbonated drinks/milk. Swallow whole, do not chew/break/crush tab. Do not take w/ Al-containing antacids.
Kontraindikasi
Hipersensitif. Bersihan kreatinin <40 mL/mnt atau >2 kali dari batas atas normal sesuai usia. High risk myelodysplastic syndrome (MDS) & keganasan pd hematologi & non-hematologis lainnya.
Perhatian Khusus
Kasus gagal ginjal akut, tubulopati ginjal; kegagalan hati; ulkus dengan perforasi GI; Sindrom Stevens-Johnson, eritema multiforme, ruam kulit. Monitor nilai serum kreatinin & / atau CrCl sebelum memulai terapi & setiap bulan sesudahnya; serum transaminase, bilirubin & alkaline phosphatase sebelum memulai pengobatan, setiap 2 minggu selama 1 bln pertama kmdn setiap bln sesudahnya; serum ferritin setiap bulan. Pasien yg sudah memiliki ggn ginjal sebelumnya atau menerima produk yg menekan fungsi ginjal; secara bersamaan mengonsumsi obat dengan potensi ulserogenik (OAINS, kortikosteroid, bifosfonat oral) & antikoagulan, dg jumlah trombosit <50 x 109/L. Lakukan tes untuk proteinuria setiap bulan; pengujian auditory & oftalmik (termasuk fundoscopy) sebelum memulai pengobatan & secara berkala setelahnya (setiap 12 bln). Terapi dpt diinterupsi jika kadar kreatinin atau transaminase serum meningkat;  tjd sitopenia yang tidak dpt diidentifikasi; serum feritin turun secara konsisten <500 μg / L. Monitor adanya tanda & gejala ulserasi GI & perdarahan; jumlah sel darah. Masalah herediter yang jarang yaitu intoleransi galaktosa, defisiensi laktase berat atau malabsorpsi glukosa-galaktosa. Dapat mengganggu kemampuan mengemudi & menggunakan mesin. Ggn ginjal & hati. Hamil & laktasi. Pemeriksaan scr berkala thd pertumbuhan tubuh & longitudinal pada pasien pediatrik.
Efek Samping
Kreatinin pd darah meningkat. Sakit kepala; diare, sembelit, muntah, mual, nyeri atau distensi pd abdomen, dispepsia; serum transaminase meningkat; ruam, pruritus; proteinuria.
Interaksi Obat
Tidak dpt diberikan dlm kombinasi dengan terapi chelator besi lainnya; antasida yang mengandung Al. Meningkatkan bioavalabilitas saat dikonsumsi bersama dgn makanan. Penurunan efikasi obat yang dimetabolisme oleh CYP3A4 misalnya, midazolam, siklosporin, simvastasi, agen kontrasepsi hormonal. Peningkatan AUC dan Cmax substrat CYP2C8 misalnya, repaglinide. Peningkatan substrat Cmax dg CYP1A2 misalnya, teofilin. OAINS, kortikosteroid, bifosfonat oral, & penggunaan bersamaan dengan antikoagulan dapat meningkatkan risiko iritasi GI.
Klasifikasi Kimiawi Terapeutik Anatomis
V03AC03 - deferasirox ; Belongs to the class of iron chelating agents. Used in the management of chronic iron overload associated with blood transfusion.
Bentuk Sediaan/Kemasan
Form
Kalsirox tab dispersible 250 mg
Packing/Price
1's
Form
Kalsirox tab dispersible 500 mg
Packing/Price
1's
Register or sign in to continue
Asia's one-stop resource for medical news, clinical reference and education
Sign up for free
Already a member? Sign in