Obesitas Disease Background

Last updated: 06 May 2026

Pendahuluan

Obesitas adalah kondisi medis kronis, progresif, dan kambuhan yang ditandai oleh penumpukan lemak tubuh yang abnormal dan/atau berlebihan sehingga merusak kesehatan. Adipositas berlebih didefinisikan sebagai indeks massa tubuh (IMT) tinggi ditambah sedikitnya satu indeks antropometri (misalnya lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang dan panggul atau rasio lingkar pinggang-tinggi badan) atau lemak tubuh berlebih yang dikonfirmasi dengan pengukuran langsung menggunakan metode tervalidasi dan ambang batas spesifik jenis kelamin. Obesitas klinis adalah penyakit sistemik kronis di mana adipositas berlebih mengubah fungsi jaringan, organ, tubuh secara keseluruhan, atau komplikasi lainnya Pada individu dengan kelebihan lemak tubuh namun tanpa kerusakan organ, obesitas klinis juga dapat didiagnosis jika terdapat keterbatasan yang signifikan dalam aktivitas sehari-hari yang terkait dengan obesitas, dengan mempertimbangkan faktor usia. Terakhir, obesitas praklinis mengacu pada kondisi adipositas berlebih dengan fungsi jaringan dan organ lain yang masih terpelihara (tidak ada bukti disfungsi organ terkait obesitas).

Epidemiologi

Obesitas adalah kondisi kronis umum yang memengaruhi lebih dari 650 juta orang dewasa di seluruh dunia, dan obesitas pada anak-anak juga meningkat tajam. Prevalensi di Amerika Serikat tinggi, karena 1 dari 3 orang dewasa mengalami obesitas. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari 35% mengalami obesitas di sedikitnya 19 negara bagian di AS. Di Kanada, 1 dari 4 mengalami obesitas, dan prevalensi terus meningkat menurut survei terbaru pada 2004. The Global Nutrition Report (GNR) dan World Obesity Federation (WOF) menghitung prevalensi obesitas di beberapa negara dengan menggunakan ambang batas World Health Organization (WHO), yaitu ≥30 kg/m2 untuk mengklasifikasikan obesitas.

Obesitas juga meningkat pesat di Asia. Di India, prevalensi obesitas adalah 5,5% pada 2019 hingga 2020 menurut WOF. Menurut GNR, prevalensi obesitas pada 2019 adalah 3,5% pada pria dewasa dan 6,2% pada wanita dewasa. Studi yang menggunakan ambang batas spesifik Asia melaporkan bahwa prevalensi obesitas dapat mencapai 9–34% pada pria dewasa dan 13–36% pada wanita dewasa.

GNR melaporkan bahwa di Indonesia, 6,3% pria dewasa dan 10,9% wanita dewasa dianggap obesitas pada 2019. WOF melaporkan bahwa pada 2013, prevalensi keseluruhan adalah 5,6%. Pada 2007, Riset Kesehatan Dasar Nasional melaporkan bahwa obesitas terjadi pada 10,3% populasi Indonesia, lebih sering pada wanita.

Prevalensi obesitas di Malaysia dilaporkan 15,9% pada pria dewasa dan 20,9% pada wanita dewasa berdasarkan GNR pada 2019, sedangkan WOF melaporkan prevalensi keseluruhan adalah 19,7% pada tahun yang sama. Sementara itu, National Health Morbidity Survey melaporkan bahwa prevalensi obesitas dengan menggunakan ambang batas spesifik Asia adalah 33,7% di Malaysia.

Di Myanmar, laporan prevalensi obesitas adalah 4,8–5,3% pada pria dewasa dan 9,0 hingga 10,4% pada wanita dewasa.

Di Filipina, GNR melaporkan bahwa prevalensi obesitas pada 2019 adalah 6,4% pada pria dewasa dan 8,8% pada wanita dewasa. WOF melaporkan bahwa pada 2015, prevalensi keseluruhan adalah 6,9%. Berdasarkan survei lokal yang diinisiasi oleh Food and Nutrition Research Institute dari Department of Science and Technology negara tersebut, sekitar 27 juta warga Filipina tergolong kelebihan berat badan atau obesitas.

Laporan epidemiologi di Singapura mencatat bahwa prevalensi obesitas di negara tersebut berkisar antara 6,7 hingga 9,4% di antara pria dewasa dan 6,9-7,9% di antara wanita dewasa dalam beberapa tahun terakhir menggunakan ambang batas WHO. WOF melaporkan bahwa dari 2019 hingga 2020, prevalensi keseluruhan adalah 10,5%.

Di Thailand, GNR melaporkan bahwa pada 2019, 9,3% pria dewasa dan 15,7% wanita dewasa mengalami obesitas. Laporan epidemiologi dalam satu dekade terakhir menyatakan bahwa prevalensi obesitas adalah 9,0–11,6%.

Di Vietnam, prevalensi obesitas tidak setinggi di negara-negara tetangga di Asia Tenggara lainnya, karena GNR melaporkan bahwa prevalensi obesitas hanya 2,2% pada pria dewasa dan 3,3% pada wanita dewasa. WOF melaporkan bahwa pada 2015, prevalensi keseluruhan obesitas hanya 1,7%.

Menggunakan ambang batas WHO, prevalensi obesitas di Asia Timur hanya 2–4%. Di Tiongkok, prevalensi obesitas adalah 7,7% pada pria dewasa dan 8,0% pada wanita dewasa pada 2019, menurut GNR. Sebuah studi yang menggunakan China PEACE Million Persons Project yang menerapkan ambang obesitas ≥28 kg/m2, dari 2014–2018 melaporkan bahwa tingkat obesitas yang disesuaikan dengan usia mencapai sekitar 14%. Prevalensi obesitas di Hong Kong dilaporkan 32,6% dengan menggunakan ambang batas spesifik Asia, menurut Population Health Survey yang dilakukan dari 2020 hingga 2022. Di Korea, prevalensi obesitas adalah 5,2% pada pria dewasa dan 5,4% pada wanita dewasa pada 2019, menurut GNR. Dilaporkan oleh Korean Society for the Study of Obesity bahwa prevalensi obesitas adalah 29,7% pada 2010 menjadi 35,7% pada 2018 menggunakan ambang batas spesifik Asia.

Obesity_Disease BackgroundObesity_Disease Background

Patofisiologi

Asupan makanan (asupan energi), aktivitas fisik (pengeluaran energi), lingkungan atau gaya hidup, dan kerentanan genetik individu semuanya dapat berperan dalam perkembangan obesitas. Diperkirakan bahwa asupan makanan berlebih disertai aktivitas fisik rendah menciptakan keseimbangan energi positif, yang sebagian besar kemudian disimpan sebagai lemak dan dapat menimbulkan kerusakan pada organ tertentu.

Etiologi

Penyebab obesitas bersifat multifaktorial dengan interaksi yang kompleks. Penyebab utama adalah ketidakseimbangan energi kronis antara kalori yang dikonsumsi dan yang dikeluarkan. Penilaian dan tata laksana harus menargetkan akar penyebab obesitas melampaui sekadar “makan lebih sedikit, bergerak lebih banyak”.

Faktor Risiko

Untuk penilaian faktor risiko, identifikasi status risiko absolut berdasarkan adanya hal-hal berikut:

  • Kondisi penyakit: penyakit kardiovaskular aterosklerotik (penyakit jantung koroner [PJK]), hipertensi, diabetes melitus tipe 2, obstructive sleep apnea (OSA), dan dislipidemia
  • Penyakit lain yang terkait obesitas: sindrom ovarium polikistik, infertilitas, hipogonadisme pria, osteoartritis (OA), asma, gagal jantung, batu empedu, inkontinensia urin tipe stres, metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease [MASLD], penyakit refluks gastroesofageal, proteinuria, dan infeksi coronavirus disease 2019 (COVID-19) berat
  • Faktor risiko penyakit kardiovaskular: merokok, hipertensi, hiperlipidemia, glukosa darah puasa terganggu dan toleransi glukosa terganggu, riwayat keluarga PJK dini (misalnya infark miokard atau kematian jantung mendadak pada ayah atau kerabat tingkat pertama laki-laki pada usia ≤55 tahun atau ibu atau kerabat tingkat pertama perempuan pada usia ≤65 tahun), usia ≥45 tahun untuk pria atau usia ≥55 tahun atau pascamenopause untuk wanita; risiko penyakit kardiovaskular lain yang terkait obesitas termasuk gagal jantung (fraksi ejeksi terpelihara atau menurun), fibrilasi atrium, tromboemboli vena, dan penyakit katup jantung
  • Lain-lain: inaktivitas fisik, trigliserida serum (TG) meningkat (>2,3 mmol/L), dan penurunan kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL-C)